/Program
Program2018-11-23T03:38:54+00:00

[vc_row][vc_column][thim-heading title=”KINDERGARTEN” line=””][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Melatih motorik kasar dan motorik halus

Melatih kemampuan motorik kasar dan motorik halus anak-anak usia dini sangat penting bagi tumbuh kembangnya di masa yang akan datang. Kemampuan motorik anak yang berkembang dengan baik menandakan sinkronisasi yang baik pula antara otak dan pergerakan tubuh anak. Beberapa aktivitas yang dilakukan di sekolah untuk melatih kemampuan motorik kasar adalah: peregangan di pagi hari selama 10 menit sebelum memulai pembelajaran; senam irama bersama Pembina SASS setiap hari Selasa, melakukan berbagai aktivitas outbound sepekan sekali; bermain di area playground sekolah saat free play, dll. Sementara itu, beberapa aktivitas yang yang dilakukan di sekolah untuk melatih kemampuan motorik halus siswa adalah melalui berbagai kegiatan pembelajaran kelas yang sangat menarik, diantaranya menggunting berbagai pola, meremas-remas kertas, merobek-robek kertas, melukis dengan jari, menuang, dll

Membangun kemandirian

Mengajarkan kemandirian pada anak perlu dilakukan sejak usia dini. Sebab kemandirian berkaitan erat dengan karakter dan sikap anak di masa yang akan datang. Perilaku mandiri adalah sikap anak yang dalam melakukan dan memutuskan sesuatu tidak bergantung dengan sekitarnya. Kemandirian anak ditandai dengan adanya kemampuan untuk melakukan aktivitas sederhana seharihari. Perilaku mandiri juga membangun rasa tanggung jawab yang tinggi dalam diri anak. Melatih kemandirian memang tidak mudah dan perlu proses hingga anak-anak terbiasa untuk melakukannya. Tugas-tugas sederhana yang secara konsisten diberikan kepada anak efektif untuk melatih kemandirian.

Di Sekolahalam Depok, anak-anak dilatih kemandiriannya dengan cara menyelesaikan tugastugas sederhana seperti membersihkan kelas setiap pagi sebelum melakukan aktivitas pembelajaran dan setiap usai melakukan pembelajaran, menjadi petugas kelas, merapikan kembali mainan yang sudah dimainkan, mengikuti kegiatan pra camping (camping di area sekolah), dll.

Belajar bersosialisasi

Sosialisasi dalam kehidupan anak sangatlah penting. Karena mereka adalah makhluk sosial, makhluk yang tidak bisa hidup sendirian. Manusia tidak dapat hidup tanpa bantuan orang lain, sangat membutuhkan teman, dan membutuhkan komunikasi dan interaksi dengan orang lain. Terutama anak-anak. Sosialisasi juga berguna untuk mengembangkan potensinya, sehingga bisa menjadi pribadi yang peduli, empati pada orang-orang di sekitarnya. Sosialisasi juga bisa digunakan untuk sarana belajar bagaimana menyesuaikan diri dengan orang lain dan juga menyesuaikan diri dengan lingkungan.

Di Sekolahalam Depok anak-anak tentunya belajar bersosialisasi dengan permainan-permainan yang seru, beraktivitas dengan teman-teman dan fasilitator kelas, dan belajar dalam kelompok. Di beberapa momen, anak-anak bersosialisasi dengan kakak kelasnya saat melakukan apel, upacara, class conference dan market day.

Membangun rutinitas

rutinitas menjadi bagian yang penting dari kehidupan sehari-hari. Bagi anak, rutinitas yang paling dasar berhubungan dengan aktivitas yang akan mendukung perkembangan fisik dan pertumbuhan mereka, seperti makan, tidur, dan toilet training. Rutinitas pun dapat berkaitan dengan kegiatan untuk mengembangkan kemampuan kognitif dan sosial anak, seperti rutinitas bermain dan membaca buku bersama. Rutinitas biasanya melibatkan serangkaian tingkah laku yang berurutan. Misalnya saja, rutinitas seorang anak di pagi hari saat tiba di sekolah adalah mengucapkan salam, salim pada guru, lalu meletakkan tas di loker.

Rutinitas membantu anak memperoleh self-assurance, merasa lebih yakin akan diri mereka sendiri. Bila anak sudah terbiasa mengikuti rutinitas, mereka akan lebih memahami dan yakin dalam melakukan aktivitas yang terstruktur atau berurutan. Adanya rutinitas yang konstan dapat memberikan rasa aman dan nyaman pada anak-anak. Anak mengetahui dengan pasti apa yang akan terjadi pada mereka, hal ini memberikan rasa aman dan emosi yang stabil. Anak-anak juga akan belajar untuk mempercayai orang dewasa di sekitar mereka. Ketika mereka merasa aman, memiliki emosi yang stabil, dan dapat mempercayai orang lain, mereka akan lebih mampu mengontrol diri.

Rutinitas yang dilakukan siswa-siswi TK Sekolahalam Depok adalah peregangan pagi, berdo’a sebelum belajar, melakukan morning talk, tahsin-tahfidz, sholat dhuha, snack time, free play, kegiatan kelas, lalu aktivitas belajar ditutup dengan do’a. merapikan kembali mainan yang dimainkan, dan mencuci alat makan usai melakukan aktivitas makan bersama.

 

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][thim-heading title=”SEKOLAH DASAR” line=””][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

  • Melatih motorik kasar dan motorik halus
  • Melatih kemandirian
  • Membangun kedisiplinan
  • Mengasah kemampuan leadership
  • Belajar bekerjasama dalam tim
  • Belajar berpikir kritis
  • Belajar berkomunikatif efektif
  • Belajar berkolaborasi
  • Belajar berpikir kreatif

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][thim-heading title=”SPECIAL NEED CENTER” line=””][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Special Needs Center Sekolah Alam Depok memiliki visi bahwa seluruh aktivitas sekolah berlandaskan ramah lingkungan dan berbudaya untuk menyiapkan generasi anak-anak berkebutuhan khusus yang mandiri, kuat, dan berakhlak mulia. Untuk mewujudkan visinya SADe memiliki tiga core kurikulum, yaitu kurikulum akhlaq, science, dan leadership. Ketiganya terintegrasi dan diimplementasikan dalam kegiatan belajar mengajar dengan strategi experiental learning yang sangat memperhatikan aspek tahap perkembangan, berbasis alam, dan budaya yang disesuaikan untuk anak berkebutuhan khusus (ABK). Dengan pengalaman mengembangkan pendidikan anak-anak berkebutuhan khusus yang berkarakter, Special Needs Center SADe alhamdulillah menjadi sekolah rujukan untuk menangani anak-anak berkebutuhan khusus untuk memunculkan potensi terbaiknya.

Untuk keseharian, ABK terbagi menjadi 2 dalam segi pendampingan yang diberikan selama di sekolah, yakni pendampingan penuh bersama SAHATI (Sahabat Anak Istimewa) ataupun pendampingan parsial berupa remedial. ABK yang memerlukan pendampingan parsial diantaranya dengan kategori sebagai berikut:

·      memiliki bina diri yang memadai

·      memiliki kemampuan komunikasi dan sosialisasi yang berkembang

·      memiliki kemampuan memahami instruksi yang berkembang

A.    Program

Berbagai karakter, gejala, dan perilaku anak berkebutuhan khusus memerlukan penanganan yang berbeda pada masing-masing anak. Penanganan sedini mungkin yang intensif merupakan jalan keluar yang paling efektif untuk mengoptimalkan perkembangannya. Perlu adanya program-program khusus yang dilakukan bersama-sama. Program tersebut diantaranya adalah

1.    Perancangan Individu Educational Programs

Adanya beragam kemampuan juga kebutuhan dari ABK ini, maka perlu program khusus yang dijalankan baik di sekolah maupun di rumah. Program khusus ini dinamakan IEP (Individu Educational Programs). IEP ini diperlukan baik untuk ABK yang pendampingan penuh maupun yang parsial.

Selain itu, untuk merancang program ini perlu ada kesepakatan antara guru kelas, SAHATI, orangtua, dan psikolog. Hal itu diperlukan karena agar terjalin keselarasan antara kemampuan anak dengan keinginan orangtua dan kurikulum sekolah. Pertemuan rancangan IEP ini dilakukan selama setahun 2x setelah lesson plan pada masing-masing level siap untuk disosialisasikan kepada orangtua setiap awal semester. Hasil dari pertemuan inilah yang dijadikan target acuan dalam mengawal munculnya kemampuan terbaik anak.

2.    Penulisan Buku Laporan Harian

Untuk memudahkan orangtua dalam memahami keseharian anak-anak selama di sekolah, serta agar orangtua dapat menduplikasi program yang dijalankan guru kelas bersama SAHATI untuk ananda, maka penting bagi SAHATI untuk menuliskan laporan harian ini dalam setiap aspeknya. Aspek-aspek itu diantaranya adalah motorik kasar, motorik halus, bina diri, bahasa, emosi-sosialisasi, dan akademik. Oleh karenanya, buku laporan harian ini pun menjadi hal yang sangat penting untuk dibaca orangtua.

3.    Konsultasi gratis

Dalam keseharian aktivitas ananda di sekolah maupun di rumah, tentu ada tantangan-tantangan yang perlu didiskusikan bersama antara guru kelas, SAHATI, dan orangtua, maka perlu adanya program konsultasi bersama psikolog. Konsultasi dilakukan secara tatap muka dengan adanya perjanjian terlebih dahulu.

4.    Terapi

Program lainnya yaitu dengan pemberian terapi dibeberapa area perkembangan ananda, seperti area bicara, area fisik-motorik (gerak dan arah gerak tubuh), dan area akademik. Untuk itu, sejak bulan Mei 2016 Special Needs Center Sekolah Alam Depok bekerjasama dengan Klinik Terapi Liliput dalam memberikan jasa terapi bagi anak berkebutuhan khusus di sekolah. Landasan ini diperkuat dengan keyakinan bahwa dengan penanganan yang intensif melalui terapi secara teratur dan pemberian stimulasi-stimulasi di sekolah dapat merangsang perkembangan anak berkebutuhan khusus agar ia mencapai perkembangan optimalnya.

5.    WWP (Work With Parents)

Selama liburan, ananda bersama orangtua diberi tugas untuk diselesaikan bersama-sama. Tugas-tugas tersebut tak hanya menyangkut aspek akademik, namun juga aspek lainnya. Misalnya ananda diminta untuk membantu beberapa kegiatan membersihkan rumah sesuai dengan kemampuannya. Maka orangtua diminta untuk mendampingi dan melaporkan hasil dari kegiatan tersebut. Harapannya agar saat masuk sekolah, ananda tidak kehilangan rutinitas dan kemampuan yang terbangun selama kegiatan pembelajaran di sekolah berlangsung.

6.    Pelatihan

Dalam mendidik dan menangani anak berkebutuhan khusus perlu cara yang khusus pula. Kesabaran, wawasan serta ilmu pengetahuan sangat dibutuhkan agar mampu mengarahkan mereka secara tepat. Perhatian khusus pada anak berkebutuhan khusus tidak bisa dilakukan sendiri, perlu adanya kerjasama dan keterlibatan penuh dari orang tua, guru, dan orang-orang terdekatnya. Untuk itu, diperlukan adanya pemberian ilmu yang tepat dalam memfasilitasi anak-anak berkebutuhan khusus agar berkembang secara optimal. Oleh karena itu perlu ada pelatihan yang berkesinambungan untuk guru kelas, SAHATI, orangtua, bahkan untuk seluruh karyawan sekolah, dan warga sekitar sekolah.[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]

New Courses

Contact Info

Jl Bungasan No.80 Sawangan Depok

Phone: 08111668781

Mobile: 081905252073

Web: sekolah alam depok

Recent Posts