//Special Need Center

Special Needs Center Sekolah Alam Depok memiliki visi bahwa seluruh aktivitas sekolah berlandaskan ramah lingkungan dan berbudaya untuk menyiapkan generasi anak-anak berkebutuhan khusus yang mandiri, kuat, dan berakhlak mulia. Untuk mewujudkan visinya SADe memiliki tiga core kurikulum, yaitu kurikulum akhlaq, science, dan leadership. Ketiganya terintegrasi dan diimplementasikan dalam kegiatan belajar mengajar dengan strategi experiental learning yang sangat memperhatikan aspek tahap perkembangan, berbasis alam, dan budaya yang disesuaikan untuk anak berkebutuhan khusus (ABK). Dengan pengalaman mengembangkan pendidikan anak-anak berkebutuhan khusus yang berkarakter, Special Needs Center SADe alhamdulillah menjadi sekolah rujukan untuk menangani anak-anak berkebutuhan khusus untuk memunculkan potensi terbaiknya.

Untuk keseharian, ABK terbagi menjadi 2 dalam segi pendampingan yang diberikan selama di sekolah, yakni pendampingan penuh bersama SAHATI (Sahabat Anak Istimewa) ataupun pendampingan parsial berupa remedial. ABK yang memerlukan pendampingan parsial diantaranya dengan kategori sebagai berikut:

·      memiliki bina diri yang memadai

·      memiliki kemampuan komunikasi dan sosialisasi yang berkembang

·      memiliki kemampuan memahami instruksi yang berkembang

A.    Program

Berbagai karakter, gejala, dan perilaku anak berkebutuhan khusus memerlukan penanganan yang berbeda pada masing-masing anak. Penanganan sedini mungkin yang intensif merupakan jalan keluar yang paling efektif untuk mengoptimalkan perkembangannya. Perlu adanya program-program khusus yang dilakukan bersama-sama. Program tersebut diantaranya adalah

1.    Perancangan Individu Educational Programs

Adanya beragam kemampuan juga kebutuhan dari ABK ini, maka perlu program khusus yang dijalankan baik di sekolah maupun di rumah. Program khusus ini dinamakan IEP (Individu Educational Programs). IEP ini diperlukan baik untuk ABK yang pendampingan penuh maupun yang parsial.

Selain itu, untuk merancang program ini perlu ada kesepakatan antara guru kelas, SAHATI, orangtua, dan psikolog. Hal itu diperlukan karena agar terjalin keselarasan antara kemampuan anak dengan keinginan orangtua dan kurikulum sekolah. Pertemuan rancangan IEP ini dilakukan selama setahun 2x setelah lesson plan pada masing-masing level siap untuk disosialisasikan kepada orangtua setiap awal semester. Hasil dari pertemuan inilah yang dijadikan target acuan dalam mengawal munculnya kemampuan terbaik anak.

2.    Penulisan Buku Laporan Harian

Untuk memudahkan orangtua dalam memahami keseharian anak-anak selama di sekolah, serta agar orangtua dapat menduplikasi program yang dijalankan guru kelas bersama SAHATI untuk ananda, maka penting bagi SAHATI untuk menuliskan laporan harian ini dalam setiap aspeknya. Aspek-aspek itu diantaranya adalah motorik kasar, motorik halus, bina diri, bahasa, emosi-sosialisasi, dan akademik. Oleh karenanya, buku laporan harian ini pun menjadi hal yang sangat penting untuk dibaca orangtua.

3.    Konsultasi gratis

Dalam keseharian aktivitas ananda di sekolah maupun di rumah, tentu ada tantangan-tantangan yang perlu didiskusikan bersama antara guru kelas, SAHATI, dan orangtua, maka perlu adanya program konsultasi bersama psikolog. Konsultasi dilakukan secara tatap muka dengan adanya perjanjian terlebih dahulu.

4.    Terapi

Program lainnya yaitu dengan pemberian terapi dibeberapa area perkembangan ananda, seperti area bicara, area fisik-motorik (gerak dan arah gerak tubuh), dan area akademik. Untuk itu, sejak bulan Mei 2016 Special Needs Center Sekolah Alam Depok bekerjasama dengan Klinik Terapi Liliput dalam memberikan jasa terapi bagi anak berkebutuhan khusus di sekolah. Landasan ini diperkuat dengan keyakinan bahwa dengan penanganan yang intensif melalui terapi secara teratur dan pemberian stimulasi-stimulasi di sekolah dapat merangsang perkembangan anak berkebutuhan khusus agar ia mencapai perkembangan optimalnya.

5.    WWP (Work With Parents)

Selama liburan, ananda bersama orangtua diberi tugas untuk diselesaikan bersama-sama. Tugas-tugas tersebut tak hanya menyangkut aspek akademik, namun juga aspek lainnya. Misalnya ananda diminta untuk membantu beberapa kegiatan membersihkan rumah sesuai dengan kemampuannya. Maka orangtua diminta untuk mendampingi dan melaporkan hasil dari kegiatan tersebut. Harapannya agar saat masuk sekolah, ananda tidak kehilangan rutinitas dan kemampuan yang terbangun selama kegiatan pembelajaran di sekolah berlangsung.

6.    Pelatihan

Dalam mendidik dan menangani anak berkebutuhan khusus perlu cara yang khusus pula. Kesabaran, wawasan serta ilmu pengetahuan sangat dibutuhkan agar mampu mengarahkan mereka secara tepat. Perhatian khusus pada anak berkebutuhan khusus tidak bisa dilakukan sendiri, perlu adanya kerjasama dan keterlibatan penuh dari orang tua, guru, dan orang-orang terdekatnya. Untuk itu, diperlukan adanya pemberian ilmu yang tepat dalam memfasilitasi anak-anak berkebutuhan khusus agar berkembang secara optimal. Oleh karena itu perlu ada pelatihan yang berkesinambungan untuk guru kelas, SAHATI, orangtua, bahkan untuk seluruh karyawan sekolah, dan warga sekitar sekolah.

 

2018-08-08T03:39:52+00:00

New Courses

Contact Info

Jl Bungasan No.80 Sawangan Depok

Phone: 08111668781

Mobile: 081905252073

Web: sekolah alam depok

Recent Posts