//Antara Scouting, Outbound dan SASS

Antara Scouting, Outbound dan SASS

Pendidikan karakter dengan berbagai metode telah dilakukan sejak dahulu dengan berbagai latar belakang yang berbeda-beda. Scouting atau yang di Indonesia dikenal dengan istilah Pramuka kelahirannya dilatarbelakangi dengan adanya krisis moral/mental para pemuda sebagai dampak revolusi industri. Menjelang berakhirnya abad ke-19 dan awal abad ke-20 di Britania atau Inggris suasana akibat industri masih terasa pahit. Lingkungan yang ada tidak menguntungkan untuk perkembangan pribadi remaja Inggris. Banyak anak menjadi rusak karena pengaruh lingkungan. Seorang jendral tentara inggris bernama Baden-Powell tergerak hatinya untuk memperbaiki suasana. Ia berniat menolong anak-anak dalam mencapai masa depannya. Dalam pikiran BP, apabila ia berhasil membimbing para kadet menjadi perwira tentara mengapa tidak membantu para remaja yang memerlukan bimbingan. BP menyusun sebuah gerakan scouting yang mengembangkan keberanian (courage), kepercayaan (confidence), percaya diri (self reliance) dan keadilan (judgement) di kalangan remaja inggris. Gerakan scouting itu bersifat bertahap dan berkelanjutan dengan permainan, penjelajahan dan life skill sebagai sarana penempaan karakter dengan pembina sebagai pelaksananya.

Berbeda dengan scouting yang dilatarbelakangi revolusi industri, kemunculan outward bound atau yang di Indonesia lebih dikenal sebagai outbound dilatarbelakangi oleh krisis moral/mental sebagai akibat perang dunia kedua. Setelah perang dunia kedua berlangsung banyak masalah kinerja yang menjangkiti para pekerja terutama awak kapal niaga. Kurt Hann seorang ahli pendidikan berkebangsaan Jerman membuat sebuat training management di alam terbuka bagi awak kapal tersebut sebagai medium mereka untuk belajar mematangkan diri dan mengenal lebih potensi diri masing-masing melalui sekolah outward bound. Sekolah ini bertujuan untuk melatih fisik dan mental para pelaut muda dengan berbagai kegiatan seperti mendaki gunung dan petualangan di laut sebagai media pelatihannya. Dr. Kurt Hahn menganggap bahwa kegiatan berpetualang bukan merupakan kegiatan main-main melainkan sebagai wahana berlatih anak – anak muda untuk ajang menuju kedewasaan. Outbound lebih bersifat temporer dan digunakan sebagai terapi mental dengan tantangan alam, permaianan, dinamika kelompok, dan diskusi setelah kegiatan sebagai sarananya.

Dalam Islam, karakter identik dengan akhlaq, yaitu kecenderungan jiwa untuk bersikap/bertindak secara otomatis. Akhlaq yang sesuai ajaran Islam disebut dengan akhlaqul karimah atau akhlaq mulia, yang dapat diperoleh melalui dua jalan. Pertama, bawaan lahir, sebagai karunia dari Allah, contohnya adalah akhlaq para nabi. Kedua, hasil usaha melalui pendidikan dan penggemblengan jiwa. Sifat pendidikan karakter dalam islam adalah bertahap, seimbang, berkelanjutan, sepanjang hayat dan ditularkan melalui keteladanan. Keseimbangan pendidikan karakter dalam islam meliputi 3 unsur manusia yaitu jasad (fisik), akal, ruh (jiwa). Ketiga unsur tersebut harus dididik dan diberi nutrisi secara seimbang.

Sekolah alam dengan mencoba mengintegrasikan berbagai metode pendidikan karakter yang telah lama berkembang menjadi satu kesatuan sehingga terlahirlah Sekolah Alam Student Scout atau biasa disingkat SASS. SASS mengintegrasikan scouting, outbound dan islamika menjadi satu kesatuan yang utuh.

SASS adalah gerakan untuk mendidik dan mempersiapkan pemimpin masa depan. SASS mempunyai visi Terlahirnya Siswa Yg Bertaqwa, Cakap Memimpin Serta Memiliki Fisik Yang Sehat Dan Kuat. Sedangkan misinya adalah Membina Siswa Agar Bermanfaat Dan Berkontribusi Bagi Kehidupan Manusia Dan Alam Sekitar. 

2020-03-09T06:45:22+00:00

New Courses

Contact Info

Jl Bungasan No.80 Sawangan Depok

Phone: 081906058412

Mobile: 081905252073

Web: sekolah alam depok

Recent Posts