//FATHER’S CAMP

Pendidikan dimulai dari rumah. Rumah adalah lembaga pendidikan pertama. Jika rumah, sekolah, dan masyarakat adalah pilar utama pendidikan, maka rumah adalah yang pertama dan yang paling kuat. Rumah adalah tempat anak-anak diterima pertama kali dalam keadaan fitrah. Anak-anak (sebelum baligh) menghabiskan waktu banyak waktu di rumah dibanding di tempat lain. Orangtua bertanggungjawab pada anaknya. Di dalam rumah, semua pelajaran pertama seharusnya dimulai. Ayah sebagai seorang pemimpin keluarga akan diminta pertangungjawaban tentang keluarga yang dipimpinnya.
Memperkenalkan konsep sekolah kepada ayah merupakan keharusan dalam proses pendidikan setiap siswa yang akan bersekeloh terutama di sekolah alam depok. Ayah sebagai “kepala sekolah” memiliki tugas memimpin, menentukan kurikulum keluarga, serta mengevaluasi agar visi-misi keluarga bisa terwujud. Dengan ayah mengetahui konsep pendidikan di sekolah ayah dapat menyelaras dengan kurikulum di rumah dan di sekolah.

Keselarasan antara pendidikan di sekolah dengan nilai-nilai yang ditanamkan di rumah dan masyarakat juga penting dilakukan. Apabila anak di sekolah bersih rapi, orang tua di rumah juga harus mencontohkan kebersihan dan kerapihan. Dengan cara seperti ini, moral lebih mudah tertanam dan terpatri di dalam diri anak. Dengan kata lain, orang tua tidak “membongkar” apa yang diajarkan di sekolah oleh guru. Orang tua justru mempertajam nilai-nilai itu dalam keseharian sang anak.

Sekolah Alam Depok mengadakan Father’s Camp pada tanggal 10-11 September 2018, berlokasi di sekolah. Sore hari, diawali dengan apel pembukaan dengan inspektur Bapak Edifrizal Darma selaku Pembina Yayasan Sekolah Alam Depok. Dalam amanatnya beliau menekankan tentang pentingnya kerjasama antara rumah dan sekolah.

Setelah apel pembukaan para ayah diajak untuk touring melihat berbagai fasilitas yang ada di sekolah alam depok, mulai dari ruang kelas, perpustakaan, green lab, kantin, bank sampah dan fasilitas lain yang menunjang proses belajar mengajar di sekolah.

Malam hari diisi dengan “Ngoprek” – Ngobrol Perkara Konsep Sekolah Alam Depok bersama Bunda Wulan. Disini dijelaskan seluk beluk tentang kesekolahalamdepokan. Mulai dari sejarah berdirinya sampai kurikulum yang digunakan. Para ayah juga diberikan kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi tentang konsep sekolah. Hal ini tentu sangat menarik untuk mengeksplorasi pemahaman tentang konsep sekolah.

Pagi hari dilanjut dengan kegiatan yang rutin dilakukan anak-anak di sekolah. Para ayah berperan sebagai anak yang bersekolah di sekolah alam. Senyum Salim Salam Sapa (4S) dilakukan para ayah dengan fasilitator sekolah. Setelah datang ke kelas para ayah melakukan piket kelas yang merupakan instrumen dalam penanaman sikap bersih rapi di anak-anak sekolah alam depok. Bukan cuma piket di dalam ruang kelas saja, para ayah juga membersihkan halaman sekolah loh..

Selesai melakukan aktivitas bersih dan rapi, para ayah diajak untuk melakukan tahsin tahfizh yang dipimpin langsung oleh Ustadz Sopian sebagai koordinator tahsin tahfizh di SADe. Para ayah diperkenalkan dengan metode yang digunakan di sekolah. Dengan perkenalan tersebut diharapkan para ayah memiliki gambaran untuk dapat membuat program tahsin/tahfizh di rumah sebagai bentuk penyelarasan dengan program di sekolah.

Ba’da tahsin tahfizh para ayah diajak melakukan berbagai kegiatan outdoor yang disebar menjadi beberapa station. Ada waste sorting station, science project station, SASS (Sekolah Alam Student Scout) station. Pada waste sorting station para ayah diminta untuk memilah dan memilih sampah. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan proses pemilihan sampah yang dilakukan anak-anak di sekolah. Selain pemilihan sampah para ayah juga membuat plastic brick dengan memanfaatkan sampah yang ada. Pada science project para ayah diberi tantangan untuk membuat wadah dari barang bekas untuk memindahkan air dari satu titik ke titik yang lain dengan syarat air yang dibawa tidak tumpah. Pos lain yang menarik dan membuat adrenalin para ayah meningkat adalah SASS Station yang berisi high impact outbound instalation serta archery. Pada high impact outbound instalation para ayah diminta untuk meniti bambu yang dipasang dalam ketinggian tertentu tanpa berpegangan pada apapun, kami menyebutnya bamboo balance. Keseruan selanjut ada di pos archery dimana para ayah diperkenalkan cara memanah yang menjadi salah satu life skill yang diajarkan di sekolah untuk anaknya.

Setelah keseruan tersebut akhirnya ditutup dengan refleksi kegiatan yang menjadi ujung tombak dalam berbagai kegiatan di sekolah alam. Refleksi ini bertujuan untuk menanamkan value apa yang dapat diambil dari berbagai kegiatan yang telah dilakukan.

Inilah para ayah hebat…

2018-09-12T08:11:52+00:00

New Courses

Contact Info

Jl Bungasan No.80 Sawangan Depok

Phone: 08111668781

Mobile: 081905252073

Web: sekolah alam depok

Recent Posts