Pengalaman
Melakukan serangkaian kegiatan sebagai pengalaman belajar.
Pengalaman menjadi pendekatan dominan. Siswa mengalami terlebih dahulu, lalu bersama fasilitator merumuskan materi yang dipelajari.
experience firstPendekatan dominan pembelajaran adalah pengalaman: siswa melakukan serangkaian kegiatan, kemudian bersama fasilitator merumuskan materi yang dipelajari. Banyak kegiatan dilakukan di luar ruangan dan alam terbuka. Sekolah juga memfasilitasi gaya belajar siswa dengan memaksimalkan fungsi visual, auditori, dan kinestetik.
Melakukan serangkaian kegiatan sebagai pengalaman belajar.
Menggali informasi melalui pertanyaan dan keterlibatan aktif.
Terlibat langsung dalam kegiatan dan pengalaman nyata.
Menemukan informasi dan pemahaman dari pengalaman.
Mengumpulkan data dan menganalisis hasil belajar.
Membuat kesimpulan dan merumuskan materi bersama fasilitator.
Akhlak Islamika, Logika Sains, dan Leadership menjadi inti yang mengawal kemampuan terbaik siswa.
Memberikan dasar akhlaq islami dan kerangka berfikir holistic.
Mengembangkan pengetahuan dan keahlian yang mendorong terbentuknya mentalitas pemecah masalah.
Kurikulum kepemimpinan yang antara lain terwadahi melalui Student Scout dengan lifeskill, Islamika, dan outbound.
| Waktu | Kegiatan |
|---|---|
| 07.30 | Buka kelas & morning talk / upacara sesuai hari |
| 08.00–08.30 | Sholat Dhuha, Tahsin & Tahfidz |
| 09.00 | Aktivitas kelas |
| 09.30–10.00 | Snack time |
| 10.00–11.30 | Perpustakaan, scouting, gardening, aktivitas kelas |
| 11.30–12.00 | Makan siang |
| 12.00–12.30 | Sholat Zuhur & istirahat |
| 12.30–13.00 | Aktivitas kelas / ekskul sesuai hari |
| 13.30–14.30 | Aktivitas kelas / tutup kelas / ekskul sesuai hari |
Tutup kelas: TK 11.00 · SD 1–2 12.30 · SD 3–SM 14.30. Scouting cluster bawah Rabu, cluster atas Selasa. Ekskul untuk SD–SM.