
Bookweek
Menumbuhkan budaya literasi agar siswa menjadi pembelajar sepanjang hayat. Buku menjadi dasar perolehan pengetahuan, keterampilan, sikap, kemampuan analitis, kritis, dan reflektif.
Kegiatan khas SADe memberi ruang bagi siswa mempresentasikan pemahaman, memimpin, berpetualang, mengenal budaya, serta belajar menjaga alam.
life becomes the classroom
Menumbuhkan budaya literasi agar siswa menjadi pembelajar sepanjang hayat. Buku menjadi dasar perolehan pengetahuan, keterampilan, sikap, kemampuan analitis, kritis, dan reflektif.

Pameran hasil karya sains dan Tugas Unjuk Pemahaman. Siswa menjelaskan tujuan belajar, project, cara membuat, kesulitan, dan hasilnya kepada pengunjung.

Mengenalkan keberagaman budaya Indonesia, filosofi daerah, serta kreativitas melalui tema dan penampilan yang berbeda setiap tahun.

Earth Day sekaligus menjadi hari jadi SADe. Fokusnya antara lain kesadaran menjaga lingkungan dari sampah, bercocok tanam untuk ketahanan pangan, serta menyayangi hewan dan tumbuhan.

Wadah kurikulum leadership yang memuat lifeskill, Islamika, dan outbound. Jambore nasional menjadi ruang pengembangan kepemimpinan, wawasan lingkungan, kemampuan, silaturahim, dan kerja tim.

Program fieldtrip mengintegrasikan berbagai subjek pembelajaran. SADe menyelenggarakan 30 fieldtrip minor, 3 fieldtrip mayor, serta 2 special event lingkungan hidup; puncaknya Ekspedisi TNUK.

Perkemahan/OTFA melatih kemandirian, akhlak, keberanian, dan kepemimpinan melalui tenda, trekking, jungle cooking, navigasi, api unggun, outbound, jelajah malam, bivak, dan mentoring Islamika.

Untuk kelas 6: perencanaan dan perjalanan 3 hari 2 malam di kawasan TNGHS, trekking Cidahu, bermalam di bivak, tafakur alam, menuju Kawah Ratu dan turun melalui Gunung Bunder.
Rincian berikut mengikuti Company Profile Sekolah Alam Depok agar informasi program tidak bergeser dari sumber resminya.
“Adalah kegiatan yang dilakukan untuk mempresentasikan tugas unjuk kemampuannya sesuai dengan levelnya.”
Dilaksanakan rutin setiap tahun untuk menumbuhkembangkan budi pekerti melalui pembiasaan budaya literasi sekolah agar siswa menjadi pembelajar sepanjang hayat.
Pameran hasil karya pembelajaran sains sekaligus sarana show up TUP (Tugas Unjuk Pemahaman) setiap kelas dan apresiasi kepada siswa serta fasilitator. Siswa menjelaskan tujuan belajar, project, cara membuat, kesulitan, dan hasil belajarnya kepada pengunjung.
SADe mengenalkan budaya Indonesia dengan tema berbeda setiap tahun, mengajak siswa memahami keberagaman, memaknai filosofi budaya, dan mengerahkan kreativitas melalui berbagai penampilan.
Dirayakan setiap 22 April sekaligus menjadi hari jadi SADe. Fokusnya meliputi kepedulian terhadap sampah, bercocok tanam untuk ketahanan pangan, serta menyayangi hewan dan tumbuhan.
Wadah kurikulum Leadership yang didalamnya terdapat lifeskill, Islamika, dan outbound. Jambore Nasional Sekolah Alam Student Scout menjadi sarana pengembangan kepemimpinan, wawasan lingkungan, kemampuan, silaturahim, kepedulian, kompetisi, dan kekompakan tim.
Sepanjang tahun, pada semua tingkat pendidikan TK hingga SD, profil sekolah mencantumkan 30 fieldtrip minor, 3 fieldtrip mayor, serta 2 special event lingkungan hidup. Puncaknya adalah Ekspedisi Taman Nasional Ujung Kulon untuk memahami konservasi melalui pengalaman langsung.
Perkemahan/OTFA (Out Trekking Fun Adventure) untuk membentuk karakter dan kepemimpinan. Profil mencantumkan durasi 2 malam 1 hari untuk kelas 1–3 dan 3 malam 2 hari untuk kelas 4–6, dengan regu 6–8 siswa dan 1 fasilitator/PAR. Kegiatannya antara lain mendirikan tenda, upacara, trekking, jungle cooking, navigasi, api unggun, outbound, fun games, jelajah malam, bivak, dan mentoring Islamika.
Diperuntukkan bagi kelas 6. Siswa terlibat dalam perencanaan, persiapan, dan pelaksanaan; dibagi dalam kelompok 5–6 orang dengan 1 fasilitator/PAR. Kegiatan berlangsung 3 hari 2 malam, termasuk 1 malam persiapan/pemberangkatan di sekolah, dengan rute Cidahu–Sukabumi, bermalam di sekitar helipad menggunakan bivak, menuju Kawah Ratu, lalu turun melalui Pasir Reungit, Gunung Bunder Bogor.
Kegiatan di luar jam belajar yang ditawarkan bagi siswa SD. Tujuannya membina minat, mengembangkan kemampuan bersosialisasi, mengeksplorasi bidang tertentu, serta mengikuti kegiatan nonformal yang menunjang pembelajaran. Sebagian besar merupakan program pilihan dengan pembimbing guru SADe dan tenaga profesional.